Kandungan Air Hujan dan Dampaknya bagi kesehatan

2 min read

kandungan air hujan asam

Sepertinya tidak banyak yang mengetahui bahwa kandungan air hujan yang selama  ini datang di tengah-tengah kita, memiliki beberapa dampak baik dan kurang baik bagi kesehatan.

Air Hujan

Hujan tercipta dengan beberapa proses alami. Secara sederhana dijelaskan bahwa matahari menyerap air dari bumi (bisa dari sungai, danau, laut atau sumber air lainnya di bumi) air yang diserap berbentuk uap dan berkumpul menjadi kabut pada suhu yang lebih rendah. Inilah yang dinamakan awan.

Selanjutnya semakin banyak awan bersatu membawa partikel-partikel kabut yang berisi air hasil penguapan. Di suhu yang rendah, Awan itu berubah kembali menjadi air dan turun ke tanah bagian bumi. Manfaatnya bisa menyuburkan, sumber air minum tumbuhan, nutrisi kesuburan sawah pertanian.

Unsur hara pada tanah membutuhkan mineral dan senyawa dari ari, bisa dari sumur ataupun air hujan. Perbedaan terpentingnya jika berasal dari air hujan, kandungan oksigen, nitrogen dan vitamin menjadi faktor penyubur tanah yang lebih baik

Dalam air hujan yang turun ke Bumi, terdapat beberapa zat kimia yang sebetulnya tidak bagus untuk aktivitas tertentu yang dilakukan manusia. Apa nama zatnya dan aktivitas seperti apa yang dimaksud tidak bagus, bisa dipelajari pada penjelasan berikut :

Kandungan Air Hujan dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Ada beberapa zat kimia yang menempel pada setiap tetesan hujan. Di antaranya adalah unsur sebagai berikut :

  1. Uap Air (H2O)
  2. Karbon
  3. Asam Nitrat
  4. Asam Sulfat
  5. Garam

Uap Air (H2O)

kandungan air hujan

Uap air adalah kandungan utama yang ada pada hujan dengan persentase 99.9%. Seperti yang dijelaskan sebelumnya tentang proses terjadinya hujan. Kita bisa menyebutnya dengan siklus hujan.

Baca juga  3 Rekomendasi AC Portable 1 PK Terbaik untuk Rumah Anda

Uap air yang turun ke suatu tempat di bumi, dipengaruhi oleh sumber air di sekitar tempat tersebut. Apabila tidak ada pencemaran air dan udara di tempat yang dimaksud, kemungkinan besar air hujan yang turun pun akan bersih. Hal ini berlaku kebalikannya.

Kandungan jahat yang ada pada air hujan sebetulnya berasal dari sumber air yang sudah tercemar. Misalnya karena limbah industri, buang sampah sembarangan di kali, dan lain sebagainya.

Karbon

Kandungan air hujan selanjutnya adalah karbon. Tidak ada yang salah dalam karbon selama kadarnya masih normal. Dalam air hujan, karbon ini berupa silika dan fly ash. Di mana kita ketahui bahwa keduanya sangat diperlukan untuk mengikat molekul air sebelum terjadi hujan.

Dampak negatif muncul ketika zat karbon yang ada pada air hujan ini kadarnya berlebihan, maka hujan pun menjadi tercemar dan tidak layak digunakan untuk aktivitas. Cara mengurangi efeknya adalah dengan mengambil manfaat tanaman menyerap karbon dioksida dengan baik

Asam Nitrat

 

Pada kasus tertentu, proses terjadinya hujan sering dipengaruhi oleh polusi udara. Misalnya uap pabrik yang kotor dan tercemar, atau letusan gunung berapi. Hujan yang terjadi karena hal tersebut biasa juga disebut dengan hujan asam.

Dikatakan demikian karena PH air hujan yang normal yaitu 6, akan turun ketika terjadi hujan asam. Angkanya bisa berada di 5.7 atau kurang. Ketika hujan asam terjadi, airnya akan membuat besi menjadi mudah berkarat seketika. Karena kelebihan zat asam dalam kandungan airnya yang mengikis besi.

Baca juga  Cara Menentukan Spesifikasi AC Portable Low Watt Kecil yang Hemat Energi

Asam Sulfat

Ada lagi zat kimia yang ada pada kandungan hujan. Jika zat ini berlebihan bisa menyebabkan pernapasan manusia terhambat, tentu fatal banget. Asam sulfat sangat tidak ramah terhadap sistem pernapasan.

Garam

kandungan air hujan asam

Biasanya kandungan hujan yang ada garamnya terjadi di pesisir pantai. Jika kita melihat lagi proses awal terjadinya hujan, kita akan tahu bahwa hujan berasal dari sumber mata air di sekitar terjadinya hujan.

Di pesisir pasar hujan kemungkinan mengandung garam karena proses penguapan air oleh matahari terjadi di laut. Berbeda dengan daerah yang cukup jauh dengan air laut.

Sebagaimana air laut yang tidak ramah terhadap mata, akan sangat dianjurkan untuk tidak menatap hujan atau membasuh wajah dengan air hujan yang turun di pesisir. Zat garam di dalam hujan tersebut bisa saja membuat wajah dan mata Anda perih.

Penutup

Jika melihat dari beberapa dampak yang mungkin terjadi ketika manusia bersentuhan dengan hujan, kandungan air hujan di tempat yang dekat dengan sumber air kotor lah yang harus dihindarkan. Karena secara alami, matahari pasti penyerap air tersebut dan mengeluarkannya lewat awan tidak jauh dari lokasi penyerapan.

Selebihnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, terlebih untuk Anda yang memiliki daerah yang sumber airnya masih bersih tanpa pencemaran.